Manfaat Mengajarkan Seni Buat Anak

Reading time : 2 minutes

Waktu baca : 2 menit

Setelah sehari-hari disibukkan dengan aktivitas belajar di sekolah, sudah pasti anak butuh refreshing. Mau alternatif penyegaran yang seru dan punya segudang manfaat? Jawabannya adalah seni.

Menggambar, menggunting dan menempel, menari, menyanyi, dan memainkan alat musik itu sangat menyenangkan. Arahkan anak untuk mulai tertarik pada seni, tapi biarkan anak memilih seni yang ingin dicobanya. Jangan buru-buru kecewa kalau ternyata anak ingin mencoba seni yang bukan favorit Anda. Karena yang penting bukan apa pilihannya, tapi bagaimana anak menjalani dan menikmati proses belajarnya.

Dan benar sekali, mengajarkan seni akan mendatangkan banyak manfaat buat anak, seperti berikut:

Seni akan menyumbang keriaan pada anak

Menggambar melibatkan aneka bentuk, warna dan alat gambar. Sedangkan menari bakal didukung musik dan kostum yang bagus, dan memainkan alat musik akan membuat anak menjajal “alat ajaib” yang bisa mengeluarkan bunyi. Nah, semuanya seru dan bikin anak-anak menikmati proses belajarnya. Menjalani seni pilihannya pasti bakal bikin anak senang dan bersemangat.

Seni sangat efektif dalam memancing kreativitas

Berbeda dengan perhitungan matematika dan ujian di sekolah, dalam seni tidak ada point benar dan salah. Itulah yang memancing anak jadi lebih berani untuk berkreasi, mengikuti kata hati dan menerjemahkan hasil imajinasinya. Karena tidak dituding salah, anak jadi berani dan terus terpacu untuk mengembangkan kreativitasnya.

Seni memancing rasa percaya diri

Seni membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Foto oleh Ali Yahya @ Unsplash

Ketika berekspresi dengan seni, anak dipercaya untuk mengungkapkan isi kepala dan imajinasinya. Artinya anak makin percaya diri karena diberi kebebasan oleh berekspresi. Belum lagi ketika mengikuti kegiatan seni, biasanya anak diminta tampil memamerkan hasil karya dan kebisaannya. Memajang hasil gambarnya, tampil melakukan performance di panggung, atau mempertunjukkan tarian atau alat musik yang sudah dipelajari. Ini akan bikin anak makin berani dan pede. Kalau tampil saja ia berani, apalagi untuk mengungkapkan pendapat di depan umum. Setuju, kan?

Seni bikin anak punya kemampuan problem solving

Menghasilkan karya seni artinya memulai sesuatu dari nol. Anak diminta mengambil keputusan akan membuat apa, bagaimana memulai dan menyelesaikan karya seninya. Tidak perlu dipaksa untuk buru-buru selesai, tapi ingatkan anak untuk selalu menyelesaikan apa yang sudah ia mulai. Itu artinya anak belajar menyelesaikan sendiri masalahnya. Kalaupun nantinya ia merasa bosan dengan seni yang ia pilih, juga tidak masalah, karena artinya ia sudah menemukan solusi untuk menyelesaikan pilihannya. Ini juga pentingnya menawarkan kelas trial sebelum anak bergabung dengan kelas seni. Atau ajak dia browsing di internet sambil Anda jelaskan apa yang bakal ia pelajari dari kelas seni pilihannya. 

Anak belajar lebih sabar dan tabah dari seni

Anak yang belajar seni pasti melewati proses panjang untuk bisa meningkatkan kemampuannya. Tidak ada cara lain selain sabar dan terus berlatih sampai menguasai benar tarian dan alat musiknya. Ini akan mengajarkan anak di masa depan, menghadapi persaingan. Mereka harus tabah dan terus belajar skill baru.

Photo by rawpixel.com from Pexels

Tags

Share

Related Articles

Employability, Skill Masa Depan

Reading time : 5 minutes

Penulisan Efektif, Skill Masa Depan

Reading time : 2 minutes

Persuasiveness, Skill Masa Depan, Teamwork
Tapi, apakah setiap negosiasimu selalu sukses? Jika tidak, kamu tidak sendiri. Banyak orang menghadapi tantangan dalam melakukan negosiasi, terutama jika tidak terbiasa atau merasa kurang

Reading time : 5 minutes